Peran Lembaga Adat dalam Pelestarian Budaya Masyarakat Adat Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya

Tya Sonia, Sarwititi Sarwoprasodjo

Abstract


Preserving culture is an important aspect of the lives of indigenous people because indigenous people are synonymous with lifestyles that are still guided by local customs. The process of cultural preservation of indigenous peoples is inseparable from the important role of traditional institutions. The role of customary institutions has the potential to determine the behaviour of indigenous peoples in carrying out their traditional traditions or not. The purpose of this study was to analyze the influence of the role of traditional institutions on cultural preservation by using individual characteristics, namely the age of the respondent as a control variable. This study used a survey method with 60 respondents from Kampung Naga community. Qualitative data was obtained through in-depth interviews with indigenous elders, tour guides, and RT heads of Kampung Naga. Analysis of research data using Mann-Whitney tests. The results showed that with individual characteristics, namely the age of the respondent as a control variable, customary institutions had a significant effect on the cultural preservation of the Kampung Naga indigenous people in terms of behaviour patterns, behaviour patterns, and material patterns. 

Keywords: cultural preservation, cultural form, customary institutions, indigenous people, communication function
 
ABSTRAK

Melestarikan budaya menjadi aspek penting dalam kehidupan masyarakat adat karena masyarakat adat identik dengan gaya hidup yang masih berpedoman pada adat istiadat setempat. Proses pelestarian budaya pada masyarakat adat tidak terlepas dari peran penting lembaga adat. Peran lembaga adat tersebut berpotensi untuk menentukan perilaku masyarakat adat dalam melakukan tradisi adatnya atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh peran lembaga adat terhadap pelestarian budaya dengan menggunakan karakteristik individu yaitu usia responden sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan responden sebanyak 60 orang masyarakat Kampung Naga. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam kepada sesepuh adat, pemandu wisata, dan ketua RT Kampung Naga. Analisis data penelitian menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan karakteristik individu yaitu usia responden sebagai variabel kontrol, lembaga adat berpengaruh signifikan terhadap pelestarian budaya masyarakat adat Kampung Naga yang ditinjau dari segi pola bersikap, pola kelakuan, dan pola kebendaan.

Kata kunci: lembaga adat, masyarakat adat, pelestarian budaya, wujud budaya, fungsi komunikasi


Keywords


lembaga adat, masyarakat adat, pelestarian budaya, wujud budaya, fungsi komunikasi

Full Text:

PDF

References


Anwar Y, Adang. 2013. Sosiologi untuk Universitas. Bandung [ID]: Refika Aditama

Denis L, Cowen R. 2001. Values, Cultures and Education: An Overview. London: Kagan.

Effendi S, Tukiran. 2012. Metode Penelitian Survei. Jakarta (ID): LP3ES

Hindaryatiningsih N. 2016. Model pewarisan nilai-nilai budaya lokal dalam tradisi masyarakat buton. Jurnal Sosiohumaniora. [Internet]. [Dikutip 2018 September 24]. Volume 18 (Nomor 2): 108-115. Dapat diunduh dari:http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/9228/6473

Kartodirjo S. 1984. Kepemimpinan Dalam Dimensi Sosial. Jakarta [ID]: LP3ES. Khairul Muluk M R. 2006. Desentralisasi dan Pemerintahan Daerah. Jawa timur [ID]: Bayumedia Publishing.

Keraf A.S. 2010. Etika Lingkungan Hidup. Jakarta [ID]: Penerbit Buku Kompas

Koentjaraningrat. 1979. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Penerbit Djambatan

Ntonzima L dan Bayat MS. 2012. The role of traditional leaders in south africa - a relic of the past, or a contemporary reality. Arabian Journal of Business and Management Review. [Internet]. [Dikutip 2018 November 10]. Volume 1 (Nomor 6): 1-21: Dapat diunduh dari: https://www.oecd.org/derec/unitedkingdom/ 48688822.pdf

Miharja D. 2015. Keberagamaan masyarakat adat cikondang dalam menghadapi modernisasi. Journal of Islamic and Social Studies. [Internet]. [Dikutip 2018 September 24]. Volume 1 (Nomor 1): 1-7. Dapat diunduh dari: https://ejournal.iainbukittinggi.ac.id/index.php/Islam_realitas/article/view/11

Pamungkas AS. 2012. Evaluasi program pembauran etnis sebagai upaya tercapainya efektivitas komunikasi antar etnis. [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Poerwanto H. 2000. Kebudayaan dan Lingkungan Dalam Perspektif Antropologi. Yogyakarta [ID]: Pustaka Pelajar.

Redfield, R. 1956. Peasant Society and Culture.Chicago: University of Chicago Press

Riswar R. 2013. Hubungan Keaslian Kampung Naga dengan Pembentukan Identitas Masyarakat Adat. [Skripsi]. [ Internet]. [dikutip 14 Juni 2019]. Bogor [ID]: Institut Pertanian Bogor. Dapat diunduh dari :https://repository.ipb.ac.id/jspui/ bitstream/123456789/ 66062/1/I13rri.pdf

Setiawan IK. 2011. Dampak Sosial Ekonomi dan Sosial Budaya Pemanfaatan Pura Tirta Empul sebagai Daya Tarik Wisata Budaya. [Internet]. [dikutip 2019 Juni 14]. Bali(ID) : Universitas Udayana. Dapat diunduh dari : http://lppm.unud.ac.id/wp-content/uploads/Dampak-Sosial-Ekonomi-dan-Sosial-Budaya-...-oleh-I-Kt.-Setiawan.pdf

Soekanto S. 2012. Sosiologi sebagai Pengantar. Jakarta [ID]: CV Rajawali

Soemantadiredja A. 2014. Pemimpin Adat dan Pembangunan Partisipatif di Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi. [Skripsi]. [Internet]. [dikutip 14 Juni 2019]. Bogor [ID]: Institut Pertanian Bogor. Dapat diunduh dari : https://repository.ipb.ac.id /bitstream/123456789/73444/1/I14aso.pdf

Suganda H. 2006. Kampung Naga Mempertahankan Tradisi. Bandung (ID): Kiblat Buku Utama.

[UU] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 06 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

[UU] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya

[UU] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Walters BB, Sabogal C, Snook LK, Almeida ED. 2005. Constraints and opportunities for better silvicultural practice in tropical forestry : an interdisiplinary approac. [Internet]. [15:55].[diunduh 2019 Mei 28]; 209(2005)3-8. Tersedia pada : www.elsevier.com/locate/geoforum.

Widjaja A.W. 1986. Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. Jakarta[ID]: Bina Aksara

Wulansari D. 2009.Sosiologi Konsep dan Teori. Bandung [ID]: Refika Aditama.

Wuradji. 1985. Perilaku kepemimpinan masyarakat pedesaan dalam era pembangunan kasus dua desa di kabupaten sleman daerah istimewa yogyakarta. [Disertasi]. [Internet]. [dikutip 4 Desember 2018]. Bogor [ID]: Institut Pertanian Bogor. Dapat diunduh dari : http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1495




DOI: https://doi.org/10.29244/jskpm.4.1.113-124

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


=========================================================================================

Editorial Office

Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (JSKPM, ISSN: 2338-8021; E-ISSN: 2338-8269)

Department of Communication and Community Development Sciences,
Faculty of Human Ecology, Bogor Agricultural University

Wing 1 Level 5; Jalan Kamper, Kampus IPB Darmaga Bogor, 16680, Indonesia 
Phone. 0251 8425252/8627793; Fax 8627793

Email: skpm@apps.ipb.ac.id; contact: Mahmudi Siwi

 Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.